REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pulau Jawa masih mendominasi investasi, baik
dari dalam negeri maupun asing. Jawa Timur mendominasi Penanaman Modal
Dalam Negeri (PMDN), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) terbanyak
diinvestasikan di Jawa Barat.
Ketua BKPM, Mahendra Siregar,
mengatakan, penanaman modal di lokasi tertentu sesuai dengan
distribusinya. "Pulau Jawa memiliki investasi lebih besar karena
penduduknya besar," ujar Mahendra dalam Konferensi Pers Realisasi
Penanaman Modal 2013, Selasa (21/1).
Berdasarkan data mengenai
realisasi investasi 2013 di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),
PMDN di Jawa Timur tercatat sebesar Rp 34,8 triliun, atau memegang porsi
sebesar 27,2 persen dari total investasi dalam negeri. Kalimantan Timur
duduk di posisi kedua dengan total investasi sebesar Rp 15,8 triliun
atau memiliki porsi sebesar 12,4 persen.
Sementara itu, untuk
PMA, Jawa Barat mendominasi dengan porsi sebesar 24,9 persen. Investasi
di Jawa Barat tercatat sebesar 7,1 juta dolar AS. Banten memegang porsi
sebesar 13 persen. Investasi asing di Banten tercatat sebesar 3,7 juta
dolar AS.
Realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebenarnya
meningkat. Pada triwulan IV-2013, investasi di luar Pulau Jawa meningkat
42,5 persen yoy atau mencapai Rp 43,6 triliun. Realisasi investasi di
Pulau Jawa pada triwulan IV-2013 tercatat sebesar Rp 61,7 triliun.